Korban Tewas, Yogyakarta

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Korban tewas akibat infeksi tetanus di Yogyakarta dan Jawa Tengah terus bertambah. Setidaknya dua pasien korban gempa di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta dan Rumah Sakit Umum Daerah Doktor Suradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia, Ahad (18/6). Kedua pasien berasal dari Bantul dan Prambanan. Sebelumnya, 12 pasien juga meninggal akibat penyakit yang sama.
Berdasarkan data Rumah Sakit Sardjito dan RUSUD Suradji Tirtonegoro, Klaten, masih ada 30 pasien infeksi tetanus yang dirawat di dua rumah sakit tersebut. Menurut salah seorang dokter di RS Sardjito, Arief Juhan, banyaknya pasien yang terinfeksi diakibatkan luka yang sangat kotor. Selain itu, ia menjelaskan pada hari pertama penanganan korban gempa, persediaan antitetanus tidak ada. Tenaga medis lebih mementingkan keselamatkan pasien yang kritis.
Arief menambahkan beberapa hari pascagempa masih banyak pasien yang dirawat di lapangan, sehingga infeksi luka tidak segera ditangani dan akhirnya menyebabkan kematian. Mardiono, salah seorang pasien di RS Sardjito mengaku terinfeksi karena harus pindah di beberapa rumah sakit. Lelaki berusia 58 tahun ini kurang mendapat perawatan selama dirawat di Sleman. Ia kemudian dipindahkan ke solo dan Yogjakarta. Bagian tubuhnya yang terinfeksi akhirnya diamputasi.(BEY) berita diambil dari metrotvnews

0 Comments:
Post a Comment
<< Home