Friday, July 28, 2006

Mesin Cuci Ber-”email” ke Komputer

ATLANTA–Teknologi membersihkan kain sudah berputar terus sampai pada tingkat milenium. Dari perangkat yang berisik sekarang sudah berkilau dan halus yang bisa mendeteksi berapa berat cucian dan berapa berat kotoran yang menempel di kain.
Mesin cuci canggih seperti ini sekarang sedang diuji coba oleh para calon konsumen untuk perusahaan produsennya. Mesin cuci dan sekaligus pengering pakaian ini sudah terkoneksi melalui saluran nirkabel pada internet di komputer rumah. Dan para penggunanya bahkan menerima laporan, hasil cucian tentunya, melalui ponsel mereka. Selain itu bisa juga melalui saluran televisi maupun pada komputer mereka.
Pesan yang disampaikan bukan hanya informasi cucian yang sudah selesai, tetapi juga peringatan jika ada suku cadang mesin yang sudah aus, atau beban cucian terlalu banyak. Kemudian para pengguna bisa memerintahkan pengeringan atau jika kelupaan mulai mencuci.
Uji coba ini dilakukan oleh perusahaan Internet Home Alliance. Proyek ini juga melibatkan Whirlpool Corp, Panasonic, dan Microsoft Corp. Ada tiga keluarga di Atlanta yang sudah menggunakan perangkat ini selama enam minggu. Namun para pejabat korporasi menjelaskan bahwa mesin seperti ini baru bisa dibeli pada tahun depan.
Whirlpool Corp, perusahaan pembuat mesin cuci padahal menjelaskan, bahwa teknologinya sendiri sudah dikuasai, tinggal mengubah sedikit-sedikit saja. “Ini bukan teknologi roket,” ujar Rich McCoy, insinyur di Whirlpool. “Tapi ini masih baru untuk kami, jadi kami mengadopsinya dengan hati-hati.”
Walau tanpa kemampuan terkoneksi dengan jejaring komputer, teknologi pencuci dan pengering merupakan bagian dari produk rumah tangga yang sudah sarat dipenuhi berbagai sensor. Mesin-mesin baru ini bekerja lebih efisien walau makin rumit.
Pencuci piring baru, misalnya, mengandalkan pada pendeteksi kotoran, tanpa menggunakan penghitung waktu untuk menghentikan kerjanya. Mesin penyedot debu sekarang bisa membedakan jumlah kotoran dan tanah pada lantai untuk mengubah daya serapnya. Microwave terbaru bisa menimbang berat jagung berondong dan menyesuaikan suhu yang dibutuhkan untuk memasaknya.
Impian untuk menghubungkan seluruh perangkat rumah tangga dengan komputer sudah dari dulu. Tapi ada saja yang tidak yakin dengan perkembangan baru ini. Argumen paling dasar adalah, walau segalanya bisa diatur dari jarak jauh, masih sulit membayangkan siapa yang akan mengangkat pakaian kotor itu ke mesin cuci.
“Nanti kalau ponsel bisa mengangkat cucian ke mesin cuci, baru teknologi ini bisa digunakan saya,” ujar Laura Champine, seorang analis produk pada Morgan Keegan.
Mungkin Laura Champine tidak butuh, tetapi asrama mahasiswa membutuhkan perangkat seperti itu. Ini argumen balik dari produsen mesin cuci terkoneksi. Menurut mereka, para mahasiswa tidak mau buang waktu menunggu cuciannya selesai. Mereka bisa memanfaatkan waktunya untuk kegiatan lain, sampai nanti cuciannya dilaporkan selesai dan mereka kembali lagi mengambil cuciannya.
Mereka juga bisa cari tahu di mana mesin dan pengering yang sedang tidak dipakai melalui internet. Ini pasti lebih efisien. (ap/ads)

Dikutip dari : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0607/27/ipt02.html

Tuesday, July 18, 2006

Jangan Salahkan Tuhan

Pada suatu hari seorang bijaksana dan tukang cukur berjalan melalui daerah kumuh disebuah kota. Tukang cukur berkata kepada si bijak:"Lihat, inilah sebabnya saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang penuh kasih. Jika Tuhan itu baik sebagaimana yang engkau katakan, Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi."
Si Bijak itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang
benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukur cukup lama. Kata si Bijak itu :"Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus".Merasa tersinggung, tukang cukur itu menjawab: "Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan!" Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, si Bijak itu
berkata:"Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena Ia terus menerus mengundang mereka untuk datang dan 'dicukur'. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak Tuhan yang telah menyelamatkan mereka."Tukang cukur itu mengerti maksudnya. Apakah anda juga?

Tulisan : Jamaludin Aziz
pernah dimuat di http://royhomepage.tripod.com/nasehat.htm

Friday, July 14, 2006

Untung Rugi Kerja Kontrak'

Kerja kontrak memang memang sering diasosaikan dengan adanya kepastian tapi juga ketidakpastian. Biasanya, karyawan lebih suka meraih kerja permanen karena lebih menjanjikan dan kepastian. Tapi benarkah kerja kontrak kurang mnguntungkan. Berikut tips ringan seputar untung ruginya kerja kontrak?

Sistem kerja kontrak biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergelut di bidang-bidang tertentu, seperti off-shore, pertambangan, perusahaan asing, dan perusahaan lain yang jenis usahanya berdasarkan proyek.

Sistem kerja kontrak ini diterapkan karena kebutuhan di suatu perusahaan yang biasanya berupa proyek jangka pendek. Dan proyek ini diharapkan akan selesai dalam jangka waktu tertentu. Begitu proyek selesai, otomatis kontrak kerja akan selesai.

Sebelumnya, pegawai kontrak harus mengetahui apa saja hak-hak yang akan diterima selama bekerja dan kewajiban apa yang harus dilakukan selama tenggang waktu tersebut. Hal tersebut, biasanya tertulis dalam surat kesepakatan kontrak kerja yang telah ditandatangani kedua belah pihak, yaitu pegawai kontrak dan perusahaan.

Memang ada juga perusahaan yang memperpanjang kontrak, misalnya karena prestasi pekerja itu bagus atau jika proyek tersebut diperpanjang. Kalau kontrak kerja tidak diperpanjang, pegawai ini akan mencari pekerjaan sejenis di tempat lain atau menjalankan bisnis lain.

Namun, kalau dilihat dari benefit, pekerja tetap jelas lebih aman dibanding pekerja kontrak. Misalnya, pekerja kontrak tidak mendapat fasilitas asuransi, pengobatan, kesehatan, transportasi, dan tunjangan lainnya. Dan lagi, pekerja kontrak tidak mengenal adanya jenjang karir.

Satu-satunya keuntungan pekerja kontrak ini adalah bagi mereka yang berselera ‘petualang’ dan pembosan. Karena di satu sisi memang ada tipe karyawan yang mudah jenuh dengan situasi kerja yang monoton. Sehingga orang-orang ini lebih memilih bekerja dengan sistem kontrak daripada menjadi pegawai tetap.

Selain itu dari segi penghasilan, kadang pekerja kontrak memang mendapatkan lebih besar daripada pekerja tetap. Terutama jika proyek yang dikerjakan berjalan sukses. Umumnya, pegawai ini akan mendapat bonus dalam jumlah yang tidak sedikit. Tetapi kalau kontraknya habis, berarti harus siap-siap mencari pekerjaan lain.

Dan kalau lagi ‘apes’ harus nganggur dulu beberapa bulan sampai dapat kerja lagi. Tapi, semua kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Mana yang menurut anda paling baik, itu yang akan anda pilih, setuju kan? ------dikutip dari www.astaga.com