Mesin Cuci Ber-”email” ke Komputer
ATLANTA–Teknologi membersihkan kain sudah berputar terus sampai pada tingkat milenium. Dari perangkat yang berisik sekarang sudah berkilau dan halus yang bisa mendeteksi berapa berat cucian dan berapa berat kotoran yang menempel di kain.
Mesin cuci canggih seperti ini sekarang sedang diuji coba oleh para calon konsumen untuk perusahaan produsennya. Mesin cuci dan sekaligus pengering pakaian ini sudah terkoneksi melalui saluran nirkabel pada internet di komputer rumah. Dan para penggunanya bahkan menerima laporan, hasil cucian tentunya, melalui ponsel mereka. Selain itu bisa juga melalui saluran televisi maupun pada komputer mereka.
Pesan yang disampaikan bukan hanya informasi cucian yang sudah selesai, tetapi juga peringatan jika ada suku cadang mesin yang sudah aus, atau beban cucian terlalu banyak. Kemudian para pengguna bisa memerintahkan pengeringan atau jika kelupaan mulai mencuci.
Uji coba ini dilakukan oleh perusahaan Internet Home Alliance. Proyek ini juga melibatkan Whirlpool Corp, Panasonic, dan Microsoft Corp. Ada tiga keluarga di Atlanta yang sudah menggunakan perangkat ini selama enam minggu. Namun para pejabat korporasi menjelaskan bahwa mesin seperti ini baru bisa dibeli pada tahun depan.
Whirlpool Corp, perusahaan pembuat mesin cuci padahal menjelaskan, bahwa teknologinya sendiri sudah dikuasai, tinggal mengubah sedikit-sedikit saja. “Ini bukan teknologi roket,” ujar Rich McCoy, insinyur di Whirlpool. “Tapi ini masih baru untuk kami, jadi kami mengadopsinya dengan hati-hati.”
Walau tanpa kemampuan terkoneksi dengan jejaring komputer, teknologi pencuci dan pengering merupakan bagian dari produk rumah tangga yang sudah sarat dipenuhi berbagai sensor. Mesin-mesin baru ini bekerja lebih efisien walau makin rumit.
Pencuci piring baru, misalnya, mengandalkan pada pendeteksi kotoran, tanpa menggunakan penghitung waktu untuk menghentikan kerjanya. Mesin penyedot debu sekarang bisa membedakan jumlah kotoran dan tanah pada lantai untuk mengubah daya serapnya. Microwave terbaru bisa menimbang berat jagung berondong dan menyesuaikan suhu yang dibutuhkan untuk memasaknya.
Impian untuk menghubungkan seluruh perangkat rumah tangga dengan komputer sudah dari dulu. Tapi ada saja yang tidak yakin dengan perkembangan baru ini. Argumen paling dasar adalah, walau segalanya bisa diatur dari jarak jauh, masih sulit membayangkan siapa yang akan mengangkat pakaian kotor itu ke mesin cuci.
“Nanti kalau ponsel bisa mengangkat cucian ke mesin cuci, baru teknologi ini bisa digunakan saya,” ujar Laura Champine, seorang analis produk pada Morgan Keegan.
Mungkin Laura Champine tidak butuh, tetapi asrama mahasiswa membutuhkan perangkat seperti itu. Ini argumen balik dari produsen mesin cuci terkoneksi. Menurut mereka, para mahasiswa tidak mau buang waktu menunggu cuciannya selesai. Mereka bisa memanfaatkan waktunya untuk kegiatan lain, sampai nanti cuciannya dilaporkan selesai dan mereka kembali lagi mengambil cuciannya.
Mereka juga bisa cari tahu di mana mesin dan pengering yang sedang tidak dipakai melalui internet. Ini pasti lebih efisien. (ap/ads)
Dikutip dari : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0607/27/ipt02.html

0 Comments:
Post a Comment
<< Home